LOKUSNEWS.ID, Teheran – Langit malam Tel Aviv berubah menjadi lautan api dan suara dentuman ketika Iran meluncurkan ratusan rudal ke jantung Israel, Jumat (13/6). Serangan ini bukan datang tanpa alasan. Beberapa jam sebelumnya, langit Iran terlebih dahulu ditembus oleh suara gemuruh ratusan jet tempur Israel yang menghujani fasilitas nuklir dan militer Iran dengan serangan presisi.
Pukul tiga dini hari waktu Teheran, serangan Israel dimulai. Dalam gelapnya malam, kilatan bom menyinari fasilitas-fasilitas strategis Iran. Jet-jet siluman menghantam sasaran penting di Natanz dan kota-kota militer lainnya. Teheran pun segera bersumpah akan membalas dendam dengan seluruh kekuatannya. “Gerbang neraka akan terbuka,” ancam Teheran.
Dan benar saja, ketika malam menjelang di Israel, sirene meraung-raung di Tel Aviv. Warga sipil berhamburan mencari perlindungan. Sekitar pukul 21.00, sistem pertahanan rudal Israel bekerja keras menangkis gelombang serangan balistik Iran. Rudal Arrow meledak di langit, menciptakan kilatan cahaya yang menerangi cakrawala kota. Namun tidak semuanya berhasil dicegat. Beberapa rudal berhasil lolos.
Sebuah rudal menghantam gedung apartemen bertingkat tinggi di pusat kota Tel Aviv, memecahkan jendela-jendela kaca dan memuntahkan asap serta puing ke jalanan. Gedung itu kini tampak seperti kerangka logam yang terbakar, simbol nyata dari eskalasi yang kian membara. Layanan darurat melaporkan setidaknya 15 orang terluka, dan mereka dipanggil ke lima lokasi berbeda akibat reruntuhan drone dan rudal.
Ledakan tak hanya terdengar di Israel. Di Teheran utara, warga melaporkan dentuman baru, sementara kantor berita IRNA mengabarkan bahwa Israel meluncurkan serangan lanjutan. Di atas Yerusalem, cahaya dari pertempuran udara tampak jelas—menandai bahwa babak baru telah dimulai.
Di sisi diplomatik, suasana tak kalah tegang. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi “musuh jahat”. Di saat yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa “ini baru awal”. Ia mengklaim Israel telah melumpuhkan sejumlah ilmuwan nuklir senior, komandan militer, dan fasilitas strategis Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuduh Iran melanggar batas dengan menyerang wilayah sipil. Namun Iran mengingatkan dunia bahwa serangan Israel sebelumnya juga menewaskan warga sipil dan tokoh-tokoh pentingnya, termasuk kepala Garda Revolusi.
Sebanyak 78 orang dilaporkan tewas di Iran, termasuk pejabat tinggi dan ilmuwan. Lebih dari 320 lainnya terluka. Utusan Iran untuk PBB menyebut serangan Israel sebagai tindakan agresi besar yang dapat memicu perang berkepanjangan di Timur Tengah.
Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional mengonfirmasi bahwa pabrik pengayaan uranium di Natanz mengalami kerusakan parah, meskipun belum ada peningkatan radioaktivitas di sekitar lokasi.
Dunia kini menatap dengan cemas. Konflik yang telah mengintai selama seperempat abad—sejak rahasia fasilitas nuklir Iran terbongkar—kini mendekati titik ledak. Rudal-rudal bukan lagi sekadar alat tekanan, tapi sudah berubah menjadi suara utama dalam diplomasi berdarah di Timur Tengah.
Ikuti Kami