__temp__ __location__
`
IHSG Melemah Usai Rilis APBN Oktober 2025, Sektor Energi Jadi Penekan Terbesar

IHSG Melemah Usai Rilis APBN Oktober 2025, Sektor Energi Jadi Penekan Terbesar

LOKUSNEWS.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat, 21 November 2025, tidak lama setelah pemerintah merilis laporan APBN Oktober 2025. Sentimen negatif dari pelebaran defisit membuat pasar dibuka tertekan.

IHSG memulai perdagangan di level 8.403, namun tak lama kemudian merosot ke 8.391 atau turun 28,91 poin. Tekanan jual langsung mendominasi, membuat indeks bergerak di kisaran 8.381,66 hingga 8.410,51 sepanjang awal sesi.

Kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp15.332 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 239 terkoreksi, 203 menguat, dan 514 lainnya stagnan. Aktivitas transaksi juga relatif moderat dengan volume 1,32 miliar saham dan nilai mencapai Rp781,4 miliar dari 107,4 ribu transaksi.

Sebagian besar indeks sektoral dibuka melemah, terutama sektor energi, bahan baku, dan industri yang memberikan tekanan terbesar terhadap IHSG. Meski demikian, sektor properti dan teknologi masih mampu menahan pelemahan lanjutan berkat penguatan sejumlah emiten.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah justru bergerak positif. Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp16.721 per dolar AS, naik 15 poin atau 0,09 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa APBN mencatat defisit Rp479,7 triliun hingga akhir Oktober 2025, setara 2,02 persen terhadap PDB. Defisit tersebut meningkat cukup signifikan dari posisi September 2025 yang berada di angka Rp371,5 triliun, atau naik Rp108,2 triliun dalam sebulan.

 
 
Indonesia Mantap Menuju Ekspor Pangan, Swasembada Jadi Landasan Baru
Indonesia Mantap Menuju Ekspor Pangan, Swasembada Jadi Landasan Baru
Rakernas Perdana GPEI 2025 Siap Rumuskan Arah Baru Ekspor Indonesia
Rakernas Perdana GPEI 2025 Siap Rumuskan Arah Baru Ekspor Indonesia